LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
(Uji Makanan)
Pembimbing :
Yuni Rahmawati
Kelompok :
1.
Ari Alfiani (06)
2.
Hikmah Farda Awaliyah (09)
3.
Moh. Husein (15)
4.
Nisa’ Rahmaningtyas P. (21)
5.
Nur Albania Arshanty (22)
6.
Putri Rida Lestari (24)
SMAN 1 SIDAYU
Jl. PahlawanNo.06Sidayu
Gresik Telp/Fax. (031) 3949011
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
KATA PENGANTAR
Syukur
Alhamdulillah, kami haturkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya mampu menyelesaikan tugas membuat laporan ini.
Sholawat
serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Seorang revolusioner
akbar, atas jasanya yang agung kepada umat manusia dalam membimbing manusia
dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang yakni Dinul Islam.
Laporan yang berjudul “Uji
Makanan” ini saya susun untuk memenuhi persyaratan mata
pelajaran Biologi.
Dalam
penyelesaian laporan ini penulis menerima bantuan dari orang lain baik langsung
maupun tidak langsung oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada :
1.
Arif Suswanto,
S.Pd, M.Pd . selaku Kepala SMA Negeri 1 Sidayu.
2.
Nurotul
Madichah, S. Si selaku wali kelas kami.
3.
Yuni Rahmawati
selaku pembimbing.
4.
Seluruh keluarga
dan teman-teman yang membantu dengan ketulusan dan lapang dada.
Akhirnya tiada gading yang tak retak. Saya menyadari
bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu saya sangat
menantikan saran dan kritik yang membangun. Semoga laporan ini berguna bagi
penulis sendiri maupun pembaca.
Sidayu, 16 Januari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Hal
Kata Pengantar
.................................................................................................................i
Daftar
Isi............................................................................................................................ii
Dasar
Teori........................................................................................................................iii
BAB I : Tujuan..........................................................................................1
BAB II : Alat dan Bahan............................................................................1
BAB III : Langkah
Kerja.............................................................................2
BAB IV : Hasil Pengamatan........................................................................2
BAB V :
Evaluasi.........................................................................................3
BAB VI : Kesimpulan...................................................................................5
Lampiran-lampiran............................................................................................................6
DASAR TEORI
Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau
tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dana nutrisi.
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan
sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya.Makanan dapat membantu kita
dalam mendapatkan energi,membantu pertumbuhan badan dan otak.Memakan makanan
yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan.Setiap
makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda.Protein, karbohidrat, lemak, dan
lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang
berbeda.Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan
sehari-hari.Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah
nasi.Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita,baik otak
maupun tubuh kita.Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan
sebagai cadangan energi.Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat,
dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat
kita membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang
diperlukan oleh tubuh.
AMILUM
Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat
kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak
berbau.Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan
kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang.Hewan dan
manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.Pati tersusun
dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang
berbeda-beda.Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin
menyebabkan sifat lengket.Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin
sedangkan amilopektin tidak bereaksi.Penjelasan untuk gejala ini belum pernah
bisa tuntas dijelaskan.
GULA
(GLUKOSA)
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh
manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per
gram.Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida,
terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi
ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi
protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada
metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran
pencernaan.Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak,
sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen
("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak.
Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi
glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat
juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung
dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan
dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya
menjadi glukosa.
PROTEIN
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti
"yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul
tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan
satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor.Protein
berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara.Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).
Dalam pengujian makanan diperlukan reagen sebagai berikut :
BIURET
Biuret adalah senyawa kimia dengan rumus kimia H 2 NC (O) NHC (O) NH 2 . Ini adalah hasil dari kondensasi dua molekul urea dan merupakan kotoran yang
bermasalah di berbasis pupuk urea. Putih solid ini larut dalam air
panas. Istilah biuret juga menggambarkan keluarga
senyawa organik dengan gugus fungsional - (HN-CO-) 2 N-. Jadi biuret dimetil adalah CH 3 HN-CO-NR'-CO-NHCH 3 . Berbagai turunan organik yang mungkin. uji biuret sebuah uji kimia untuk protein dan polipeptida . Hal ini didasarkan pada pereaksi biuret , larutan biru yang mengubah
violet pada kontak dengan protein, atau zat-zat denganikatan peptida . Uji dan reagen tidak benar-benar mengandung biuret, mereka
dinamakan demikian karena baik biuret dan protein memiliki respon yang sama
untuk menguji.
BENEDICT
(FEHLING A DAN FEHLING B)
Fehling A dan Fehling B adalah bahan kimia pereaksi bernama setelah seorang
kimiawan Amerika, Stanley
Rossiter Benediktus.
Benedict's
reagen digunakan sebagai ujian bagi kehadiran mengurangi gula . Hal Ini termasuk semua monosakarida dan disakarida , laktosa dan maltosa . Bahkan lebih umum, kita coba Benediktus akan mendeteksi kehadiran aldehid (kecuali yang aromatik), dan alpha-hydroxy-keton , termasuk yang terjadi di ketoses tertentu. Jadi, meskipun ketose fruktosa tidak sepenuhnya mengurangi
gula, itu adalah alpha-hydroxy-keton, dan memberikan tes positif karena
dikonversi ke aldoses glukosa dan mannose oleh dasar dalam reagen.reagen
Benedict biru mengandung tembaga (II) ion (Cu 2 + ) yang berkurang menjadi
tembaga (I) (Cu + ). Ini adalah diendapkansebagai merah tembaga (I) oksida yang tidak larut dalam air.
Cara kerja Fehling A dan Fehling B
Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan
dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan,
tembaga(salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron
tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna. Selama
proses ini CU2+ tereduksi
menjadi CU+. Ketika Cu
mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan
dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa
disebut sebagai gula pereduksi.
LUGOL
Lugol yodium, juga dikenal sebagai solusi Lugol,
pertama kali dibuat pada tahun 1829,
merupakan solusi dari unsur iodium dan iodida kalium dalam air, yaitu setelah
dokter Prancis JGALugol. larutan yodium Lugol sering digunakan sebagai
antiseptik dan desinfektan, untuk desinfeksi darurat air minum, dan sebagai
reagen untuk deteksi pati di laboratorium rutin dan tes medis.
Telah digunakan lebih jarang untuk mengisi kekurangan yodium Namun., Iodida kalium murni, mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur iodium lebih toksik, lebih disukai untuk tujuan ini.
Telah digunakan lebih jarang untuk mengisi kekurangan yodium Namun., Iodida kalium murni, mengandung ion iodida relatif jinak tanpa unsur iodium lebih toksik, lebih disukai untuk tujuan ini.
Solusi Lugol terdiri dari 5 g yodium (I2) dan 10 g kalium
iodida (KI) dicampur dengan air suling yang cukup untuk membuat larutan coklat
dengan total volume 100 mL dan kadar yodium total 150 mg / mL. Kalium
iodida menerjemahkan yodium SD larut dalam air melalui pembentukan triiodida
(I-
3) ion. Hal ini tidak boleh disamakan dengan tingtur solusi yodium, yang terdiri dari unsur iodium, dan garam iodida dilarutkan dalam air dan alkohol. solusi Lugol mengandung alkohol. Nama lain untuk solusi Lugol adalah I2KI (iodine-potassium iodide); Markodine, solusi Strong (sistemik), dan berair yodium Solusi BCP.
Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan mengeluarkan solusi. Indikator ini, juga disebut noda, digunakan di berbagai bidang. Solusi ini digunakan sebagai tes indikator keberadaan pati dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi dengan memutar sebuah dark-blue/black.
3) ion. Hal ini tidak boleh disamakan dengan tingtur solusi yodium, yang terdiri dari unsur iodium, dan garam iodida dilarutkan dalam air dan alkohol. solusi Lugol mengandung alkohol. Nama lain untuk solusi Lugol adalah I2KI (iodine-potassium iodide); Markodine, solusi Strong (sistemik), dan berair yodium Solusi BCP.
Lugol diperoleh dari ahli kimia dan apoteker yang berlisensi untuk mempersiapkan dan mengeluarkan solusi. Indikator ini, juga disebut noda, digunakan di berbagai bidang. Solusi ini digunakan sebagai tes indikator keberadaan pati dalam senyawa organik, dengan yang bereaksi dengan memutar sebuah dark-blue/black.
UJI MAKANAN
I.
TUJUAN
ü Mengetahui
kandungan nutrisi yang terdapat pada bahab makanan.
ü Untuk
menguji dan mengetahui kandungan amilum, protein dan glukosa
II. ALAT DAN BAHAN
ü Alat
:
o Tabung
reaksi
o Rak
tabung reaksi
o Pipet
o Gelas
ukur
o Mortal
o Alat
penumbuk
o Lampu
spiritus / bunsen
o Silet
o Spatula
ü Bahan
:
o Larutan
Biuret
o Larutan
Lugol
o Larutan
Fehling A dan Fehling B
o Apel
o Hati
ayam
o Sirup
stoberi
o Tepung
kanji
o Air
III. LANGKAH
KERJA
1. Siapkan
alat dan bahan yang diperlukan
2. Sediakan
tiga buah tabung reaksi, lalu masukkan bahan yang akan diuji yang sudah dalam
bentuk larutan ke dalam tabung.
3. Berikan
lima tetes larutan biuret pada tabung 1, lima tetes larutan lugol pada tabung 2
dan lima tetes pada tabung 3.
4. Pada
tabung 3 yang dicampur dengan larutan Fehling A dan Fehling B dipanaskan dengan
spiritus. Pada tabung 1 dan 2 tidak perlu dipanaskan.
5. Amati
perubahan warna yang terjadi pada masing-masing tabung.
6. Pada
uji amilum, larutan akan berubah warna menjadi hitam atau kebiruan.
7. Pada
uji protein, larutan akan berubah warna menjadi ungu.
8. Pada
uji glukosa, larutan akan berubah menjadi orange.
IV. HASIL
PENGAMATAN
|
No.
|
Jenis
Makanan
|
Perubahan
Warna
|
Keterangan
|
||
|
Uji
Amilum
|
Uji
Protein
|
Uji
Glukosa
|
|||
|
1.
|
Tepung Kanji
|
Biru kehitaman
|
Biru muda kental
|
Biru kehitaman
|
Mengandung amilum
|
|
2.
|
Apel
|
Kuning keputihan
|
Kuning tua
|
Orange
|
Mengandung glukosa
|
|
3.
|
Hati ayam
|
Biru
|
Ungu
|
Hitam keunguan
|
Mengandung Amilum dan Protein
|
|
4.
|
Sirup stoberi
|
Merah
|
Orange keputihan
|
Orang tua
|
Mengandung glukosa
|
V. EVALUASI
1. Jenis
makanan apakah yang paling banyak mengandung zat gizi?
Jawab :
Jenis
makanan yang paling banyak mengandung zat gizi adalah hati ayam. Karena dalam
hati ayam terkandung amilum dan protein. Amilum (karbohidrat) disimpan di dalam
tubuh dalam dua bentuk, yaitu tersimpan dalam otot dan hati.Sedangkan kandungan
protein dalam hati yakni protein hewani yang disebut dengan First Class Protein
karena mengandung kesepuluh asam amino essensial yang lengkap sehingga disebut
protein sempurna.
2. Bagaimanakah
cara kerja larutan biuret, lugol dan Fehling A dan Fehling B untuk menentukan
kandungan gizi pada makanan yang kamu amati?
Jawab :
Cara
kerja larutan biuret :
o Menghaluskan
bahan yang diuji dengan menggunakan mortal dan alat penumbuk.
o Tambahkan
air secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
o Letakkan
±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
o Tetesi
tabung reaksi tersebut dengan larutan biuret sebanyak 5 tetes.
o Mengocok
tabung reaksi tersebut hinggga ada perubahan warna menjadi ungu, maka bahan
makanan tersebut mengandung protein.
o Memasukkan
data kedalam table pengamatan, dan lakukan hal yang sama dengan bahan makanan
yang lain.
Cara
kerja larutan lugol :
o Menghaluskan
bahan yang diuji dengan menggunakan mortal dan alat penumbuk.
o Tambahkan
air secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
o Letakkan
±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
o Tetesi
tabung reaksi tersebut dengan larutan lugol sebanyak 5 tetes.
o Mengamati perubahan warna yang
terjadi, jika terjadi perubahan warna menjadi hitam atau kebiruan maka bahan
makanan tersebut mengandung amilum.
o Memasukkan
data pada table pengamatan.
Cara kerja larutan Fehling A dan
Fehling B :
o Menghaluskan
bahan yang diuji dengan menggunakan mortal dan alat penumbuk.
o Tambahkan
air secukupnya untuk memudahkan penumbukan.
o Letakkan
±2mL hasil tumbukan pada tabung reaksi.
o Tetesi
tabung reaksi tersebut dengan larutan Fehling A dan Fehling B sebanyak 5 tetes
o Panaskan tabung reaksi d atas
pembakar sepritus.
o Mengamati
perubahan warna yang terjadi, jika terjadi perubahan warna menjadi orange atau
kehijauan maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa.
o Memasukkan
data kedalam table pengamatan.
3. Jelaskan
fungsi protein, karbohidrat dan lemak?
Fungsi
protein :
o menghasilkan energy dan kalori, kalori yang dihasilkan
dari protein, yaitu setiap 1 gram menghasilkan 4,1 kalori.
o Sebagai unsure pembangun jaringan yang rusak.
o Untuk membantu pertumbuhan tubuh.
o Sebagai system buffer, artinya dapat menjaga
keseimbangan asam dan basa.
o Dapat membentuk enzim, hormone, dan pigmen.
o Membantu proses metabolisme tubuh.
o Memacu dan berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia
dan biologis (biokatalisator).
Fungsi
Karbohidrat :
o Sebagai pembentuk struktur sel, jaringan, dan anggota
tubuh.
o Dapat menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh.
o Berperan dalam pembentukan protein dan lemak.
o Berperan dalam proses metabolisme tubuh.
Fungsi Lemak :
o Untuk menghasilkan energy atau kalori.
o Sebagai pelarut vitamin dan zat-zat lain.
o Untuk membangun bagian-bagian tertentu dalam sel,
khususnya membrane sel.
o Dapat melindungi tubuh dari suhu yang rendah.
o Sebagai bantalan lemak dan pelindung organ dalam.
o Untuk membawa zat-zat makanan yang esensial.
VI. KESIMPULAN
1.
Larutan
lugol digunakan untuk mengetahui makanan yang mengandung amilum. Bahan makanan
yang apabila ditetesi dengan larutan lugol berubah warna menjadi biru
kehitaman. Bahan makanan yang mengandung amilum adalah tepung kanji dan hati
ayam.
2.
Larutan
biuret digunakan untuk mengetahui makanan yang mengandung protein. Bahan
makanan yang ditetesi dengan larutan biuret dan mengocoknya, berubah warna
menjadi ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein. Bahan makanan
yang mengandung protein adalah hati ayam.
3.
Larutan Fehling A dan Fehling B digunakan
untuk mengetahui makanan yang mengandung glukosa. Bahan makanan yang ditetesi
dengan larutan Fehling A dan Fehling B dan memanaskannya di atas pembakar
spritus sehingga terjadi perubahan warna menjadi merah bata, orange atau
kehijauan maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa. Bahan makanan yang
mengandung glokusa adalah sirup dan apel.
4.
Dalam
satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai
lebih dari dua nutrisi. Misalnya hati ayam.
Lampiran-lampiran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar